Monday, February 11, 2008

happy lunar new year


this is the way Singaporean-Chinese celebrate the Lunar New Year.

put many kind of ingredients on the plate, nuts, veggies, fruits, ginger-onion, some sausage.

everyone ready with the chopsticks

and..

ADUL-ADUL bareng.....

ah..such as excitement flows when we do the adul-adul bareng...

than, everyone took apart of the mixture, and ate....

hahahaha...all the ingredients mix together, and the freshy taste come out as the result.

yummy....

Happy Chinese New Year

update,
mr LBL said that he had stomachache after he ate that 'adul-adul'
but none of us had it
so, it didnt because of adul-adul, but other food caused it...

Tuesday, January 22, 2008

one semester have pasted already...

the last semester, all I remember is the adaptation.
and just now, I adapted to the way they give us a mark as the result of our progress for last semester.

I can't say it's bad...but can say it's 'cool' also
it's just lumayan in indonesian terms.

but, the module's result is not the only result.

its my adaptation process is the main result

how I try hard to understand the way my friends form overseas when they're criticizing your work
when they give you suggestions
when they try to explain something
when they present something

the way they say YES or NO
understanding the phrase they used directly from their mother-tongue to english terms.

the body language
the behavior..

and congratz me..
now
I know I have best friends in my classmates

with whom I will share informations
who give all important things when I went back to Indonesia

boys and girls...my -new- friends

hope, it more valuable that the mark that my lecture give for next-couple-years

Monday, November 26, 2007

hasilnya manis: sP.(L).ARK


setelah 3 minggu dilanda stress dan dipacu kerja keras! semua selesai dan sudah dipresentasikan di depan internal review.

dan akan dilanjutkan external review tanggal 29 november .

leganya...dan hasilnya sangat tidak mengecewakan....
malah membuat senyum gak pernah pudar apalagi padam.

Teirmakasih Tuhan, untuk temen seregu yang kompak dan saling membantu.

Thursday, November 15, 2007

city of possibilities

klo naik shuttle bus, enaknya cepet nyampe sekolah, cukup 20-25 menit duduk manis -kadang terkantuk2 jugah hehehehe- tau-tau nyampe.

klo pulang dengan BMW, enaknya bisa liat gedung2, terutama klo lagi di MRT, tinggi soalnya, setara 3-4 lantai gitu tingginya. pandangan bisa jauh-uuhhhh....

salah satu billboard -yang ehm..menarik- bertuliskan 'singapore city of possibilities'. sangat eye catching gitu...

a : ah.. singapore sama dengan jakarta

i : he.. samanya dimana bo'

a : sama2 city of posibilities lah

i : how come..... oh came on...

a : ya..jakarta itu kota dengan banyak kemungkinan...kemungkinan macet, kemungkinan banjir, kemungkinan rusuh, kemungkinan tawuran, kemungkinan tenggelem...

i ; #@i ; #@$&*%__^&-!!!!!!!
amp;*%__^&-!!!!!!!

--------------------------------

menikmati kota dengan 'banyak kemungkinan' ini juga enak..eh enak juga maksudnya. dengan wireless dimana2, tetep bisa ngobrol sama temen (baca: chatting via YM or MSN) dengan temen sekelas klo ada dosen. jadi gosip jalan terus, dan tidak berisik.

hingga suatu hari, di buzz sama arie

a : dinner time....ajak si aby

i : yuk....[liat sekeliling studio]

i : lo dimana [tidak menemukan sosok arie padahal gedenya bo'...ngalahin gaban]

a : di singapore

i : ugh!...

-------------------------

tengah malem, klo laper ada warung yang buka, nasi lemak pemenang food festival sak-singapore. antik ni warungnya. buka jam 9 malem ampe abis, biasanya sampe jam2 or 3 pagi. asyik, klo lagi lembur dan lapar bisa langsung ke sana.

lalu kala itu, tong masih anak baru, baru saja datang dari china, dan lapar! waktu menunjukkan pukul 11 malem.
ya, warung nasi lemak jadi sasaran. lalu dia pergi demi sebungkus nasi lemak yang emang lezat nian. modal petunjuk dan petuah dari ru [ruby], si tong nekat berangkat.

20 menit kemudian

rrr...rrr....selphone ru bergetar

r : hallo... [ragu2] is it u tong...

t : ya...i lost..i dont know where is our blok

r : our blok number is 189, where r u now?

t : in front of 7-eleven

r :----ugh...which one...

t : 7-eleven

r : &*$@()&^%$#@ there are many 7-eleven stores in the market...which one?

t : dunno...

i+m+c : bhahahahahahahahahahahah.......

ru ke pasar, jemput anak barunya...


oh-oh...city of possibility!

BMW

'Huh...cape'....'

"Iya iya-lah, mananya sekolah...."

' lo enak, rumahnya deket...gw, di boon lay sana... 1 jam bo' baru nyampe'

"hihi...tapi kan murah plus ada shuttle busnya...."

' cuma buat pagi berangkat sekolah, klo malem males...ngantrinya panjang..mending BMW ajah'

"HA...BMW? nebeng temen lo?"

'ora...ngeBIS-MRT-WALKing.....'

whahahahahahahaha.....

Thursday, October 25, 2007

doakan saya

Di MAUD, hal yang wajib kau miliki adalah tenggang-rasa. Jika tidak, sengsaralah kau nantinya di sepanjang masa sekolahmu.

Kok malah ngomongin sengsara dan tidak sengsara, itu kan relative ya.. okeh-lah… begini critanya.

Setelah usai masa intensive-course-nya dosen dari France itu, kami pun memasuki realita yang-sebenar-benarnya- mengenai sekolah di MAUD ini. Rutinitas modul yang kami ambil pun mulai terasa. Terjadi menumpukan tugas2 karena dosen dan kami menyesuaikannya dengan masa intensive course. Tidak punya pilihan lain selain memilih the most important-lalu-more important-lalu-important, membuat pekerjaan berurutan sesuai dengan derajat urgensi dan kepentingannya.

Salah satu module yang selalu menduduki posisi urget [the most important] adalah urban design studio. Role play-nya adalah membagi diri atas kelompok yang terdiri dari 3-4 anggota kelompok.

Saya bergabung dalam kelompok yang menekankan diri pada open-space, yang terdiri dari Takesi-san, Aby, Subhu dan saya.

Di sinilah tenggang-rasa itu kudu ada. Misalnya saya kudu tenggang rasa dengan teman saya yang terbiasa kerja kayak sapi perahan. Kerja-kerja-kerja dan kerja terus. Tidak ada waktu untuk evaluasi apalagi untuk rehat sejenak. Tidak sempat…semua kudu maju-maju-dan-maju!

Selain itu, saya juga kudu tenggang rasa dengan teman saya yang kudu didengar terus, tidak mau tau apa yang dikerjakan orang lain, yang dia tau pekerjaannya adalah yang penting dan paling layak dipresentasikan. –wadoh-. Untuk rekan kerja sejenis ini, sangat gampang bilang ‘NO’ untuk usulan desain dari orang lain TAPI menggunakan usulan desain itu dengan kalimat yang berbeda kepada dosen. Hahaha…siapa yang gag pengen mengantukkan palu ke kepala-nya dan menyilet2 pipinya dan melumurinya dengan jeruk nipis..[gerwani banget!maap!]. mungkin ini orang kudu ditatar P4 ala pendidikan Indonesia kali yaaa.. tapi saya kudu tenggang-rasa…ah..beratnya!

Yang lagi hangat di kepala saya ni, saya kudu tenggang rasa dengan tetap bekerja di hari minggu!

Masih banyak tenggang rasa yang lain seperti tenggang rasa terhadap waktu dsb.

Tidak saja hanya saya, setiap kami pasti juga bertenggang-rasa, demikian juga kelompok lain, secara kami sekelas sekitar 17 orang dari Indonesia [4], India [3], Nepal [1], Vietnam [1], Japan [1], China [3], Pilipino [1], Singaporean [3]. Sangat heterogen sekaleee….

Yang anehnya, saat tenggang-rasa sangat tebal dan sangat dinomer satukan, justru matakuliah itu sangat menyita waktu dan perhatian, bahkan jauh dibandingkan dengan mata kuliah lain.

Saya butuh waktu lebih dari 20 jam seminggu untuk mengerjakan UD Studio di luar waktu studio, sedangkan 3 mata kuliah yang lain dikerjakan disela-selanya, seakan mencuri2 waktu untuk mengerjakannya. Sedangkan hasilnya jauh lebih baik dan memuaskan dibandingkan dengan UD Studio yang sudah dengan susah payah mengerjakannya plus dengan tenggang rasa yang luar biasa lelahnya.

Sepertinya ada yang salah… apakah tenggang rasanya?

Kalau bicara tentang materinya, setiap kita bisa melihat requirements yang telah diberikan dosen. Semuanya sudah dengan sangat jelas. Dengan buku2 yang ada saya kira setiap kesulitan pasti bisa dipecahkan bersama.

Bersama?

Mhmmm….

Yang ada malah kudu tenggang-rasa yang berlebihan.

Di tengah kebingungkan akan rasa ‘sepertinya ada yang salah…apakah tenggang rasanya?’, saya mencoba memfokuskan diri kembali, dan mengerjakan sesuai dengan pikiran saya, dengan mempertimbangkan kembali apa yang sudah diputuskan secara-kelompok. Saya tidak mau berlarut2 dengan teman yang ambisius mengalahkan kelompok lain, yang tidak mau evaluasi dan hanya kerja-kerja-dan-maju-maju sajah.

Saya kudu bisa evaluasi sendiri dan memperbaiki kembali. Supaya ketika sudah sampai pada pekerjaan individual, saya tidak kelelahan dan tetap masih bisa membagi waktu dengan 3 modul yang lain.

Doakan saya ya!

Thursday, September 6, 2007

setelah 3 minggu itu

kami masuk ke studio yang baru, urban design studio 1.

bikin group baru, site project baru, profesor baru, dan beban baru tentunya.

tapi, mengapa tidak se-semangat studio yang lalu?

hiks...