Showing posts with label living in singapore. Show all posts
Showing posts with label living in singapore. Show all posts

Tuesday, February 19, 2008

sorry, you're @wrong level

that hectic day, 2 bags I should carry out.

uops... I saw the announcement, one of our lift didnt work.

about 7-9 people waited for another lift to go up stairs.

[my hostel is HBD, 11 levels, with more than 70 units. only 2 lifts operates all day, and only stop on level 1, 5 and 9]

we entered the lift....-desak-desakan- I pushed my self into it, I didnt want to wait until it come down again, such as wasting time.

so, I was right next to the lift's door. my stress was getting higher...

suddenly the door opened, I jump out from the 'full-fully' lift.
..
..
and start to went down stairs
..
..
walking though the units...until the corner of the building
..
..
eh...why my flat door is opened?
eh..why there a man sat down easily on my couch?
eh-eh..why he looked me and his face was full with question marks?

mhmm...
something wrong
lets me see...

O my gosh....I just wanted to enter #04-246

I was @ the wrong level, sodara-sodara!

and I climbed 4 level to go to my OWN unit #08-246

[my day-by-day route is 'enter lift @ level 1 go to level 9, and take the stairs go down to level 8, walking along corridor to the corner to unit number 246'

hahaha...this stupidity make my night...
I laugh-laugh-laughing me-myself-and-my-stress.

Monday, February 11, 2008

happy lunar new year


this is the way Singaporean-Chinese celebrate the Lunar New Year.

put many kind of ingredients on the plate, nuts, veggies, fruits, ginger-onion, some sausage.

everyone ready with the chopsticks

and..

ADUL-ADUL bareng.....

ah..such as excitement flows when we do the adul-adul bareng...

than, everyone took apart of the mixture, and ate....

hahahaha...all the ingredients mix together, and the freshy taste come out as the result.

yummy....

Happy Chinese New Year

update,
mr LBL said that he had stomachache after he ate that 'adul-adul'
but none of us had it
so, it didnt because of adul-adul, but other food caused it...

Thursday, November 15, 2007

city of possibilities

klo naik shuttle bus, enaknya cepet nyampe sekolah, cukup 20-25 menit duduk manis -kadang terkantuk2 jugah hehehehe- tau-tau nyampe.

klo pulang dengan BMW, enaknya bisa liat gedung2, terutama klo lagi di MRT, tinggi soalnya, setara 3-4 lantai gitu tingginya. pandangan bisa jauh-uuhhhh....

salah satu billboard -yang ehm..menarik- bertuliskan 'singapore city of possibilities'. sangat eye catching gitu...

a : ah.. singapore sama dengan jakarta

i : he.. samanya dimana bo'

a : sama2 city of posibilities lah

i : how come..... oh came on...

a : ya..jakarta itu kota dengan banyak kemungkinan...kemungkinan macet, kemungkinan banjir, kemungkinan rusuh, kemungkinan tawuran, kemungkinan tenggelem...

i ; #@i ; #@$&*%__^&-!!!!!!!
amp;*%__^&-!!!!!!!

--------------------------------

menikmati kota dengan 'banyak kemungkinan' ini juga enak..eh enak juga maksudnya. dengan wireless dimana2, tetep bisa ngobrol sama temen (baca: chatting via YM or MSN) dengan temen sekelas klo ada dosen. jadi gosip jalan terus, dan tidak berisik.

hingga suatu hari, di buzz sama arie

a : dinner time....ajak si aby

i : yuk....[liat sekeliling studio]

i : lo dimana [tidak menemukan sosok arie padahal gedenya bo'...ngalahin gaban]

a : di singapore

i : ugh!...

-------------------------

tengah malem, klo laper ada warung yang buka, nasi lemak pemenang food festival sak-singapore. antik ni warungnya. buka jam 9 malem ampe abis, biasanya sampe jam2 or 3 pagi. asyik, klo lagi lembur dan lapar bisa langsung ke sana.

lalu kala itu, tong masih anak baru, baru saja datang dari china, dan lapar! waktu menunjukkan pukul 11 malem.
ya, warung nasi lemak jadi sasaran. lalu dia pergi demi sebungkus nasi lemak yang emang lezat nian. modal petunjuk dan petuah dari ru [ruby], si tong nekat berangkat.

20 menit kemudian

rrr...rrr....selphone ru bergetar

r : hallo... [ragu2] is it u tong...

t : ya...i lost..i dont know where is our blok

r : our blok number is 189, where r u now?

t : in front of 7-eleven

r :----ugh...which one...

t : 7-eleven

r : &*$@()&^%$#@ there are many 7-eleven stores in the market...which one?

t : dunno...

i+m+c : bhahahahahahahahahahahah.......

ru ke pasar, jemput anak barunya...


oh-oh...city of possibility!

BMW

'Huh...cape'....'

"Iya iya-lah, mananya sekolah...."

' lo enak, rumahnya deket...gw, di boon lay sana... 1 jam bo' baru nyampe'

"hihi...tapi kan murah plus ada shuttle busnya...."

' cuma buat pagi berangkat sekolah, klo malem males...ngantrinya panjang..mending BMW ajah'

"HA...BMW? nebeng temen lo?"

'ora...ngeBIS-MRT-WALKing.....'

whahahahahahahaha.....

Thursday, August 9, 2007

living in multi-level building

tinggal di singapore berarti juga tinggal di multi-level building. di sini mah biasa disebut HDB. ada perbedaan 'kelas' antara condo, apartemen dan HDB [ada juga HDB yang di-up-grade, sehingga berubah namanya --tapi lupa--]. perbedaan kelas artinya tingkat kemampuan ekonominya. kayak perumnas dan real estate gitu deh klo di indo.

tempat tinggal saya mah bukan salah satu di antara yang gw sebut di atas, hahaha....buat apa saya menjelaskan ya, its ok-lah ya. secara saya mahasiswa -duafa-, tinggalnya di dormitory, student hostel, YO:ha di blok 189 boon lay drive #08-246, yang artinya saya tinggal jalan boon lay drive, di gedung nomer 189, di lantai 8, di ruang 246.

namanya juga student hostel, pastilah beda fasilitasnya dengan bangunan hunian yang lain. seperti, lift misalnya. dulu pas nginep di rumahnya bardi, HDB-nya punya 2 lift, satu buat lantai ganjil - yang lain berhenti di lantai genap. nah..klo di student hostel ini hanya berhenti di lantai 1, 5, dan 9.

sehingga, saya yang tinggal di lantai 8, naik lift hingga lantai 9, lalu turun lewat tangga ke lantai 8. demikian juga klo mo keluar, saya kudu naik tangga dulu ke lantai 9, lalu turun dengan lift ke lantai 1.

tapi, kebiasaan ini suka terbalik. seperti kemaren, sehabis nyuci di washing-room di lantai dasar. pas pergi ke washing-room sih selamat ya, saya naik tangga ke lantai 9, lalu turun dengan lift. setelah pekerjaan cuci mencuci selesai, saya naik ke lantai 9, lalu NAIK tangga. dengan santai saya masukkan kunci ke pintu 246. tapi TIDAK berhasil. saya coba lagi-dan-lagi, secara emang pintunya agak seret. tetep GAGAL.

whats wrong with my key?

pas nunduk liat kunci, terlihatlah sepatu, besar sekali...segede gaban. waits...sepatu siapa ini, perasaan kita seruangan kecil semua kakinya. pas lihat ke pintu...wo my gosh.....its 10-246. i was on the wrong level...

wakakakakakak!!

akhirnya, turun lagi deh 2 level lantai.

pas laura, teman sekamar, pulang, saya cerita ke dia. dia ngakak keras banget dan bilang gini, 'I have the worse experience bout this room.'

katanya, sepulang dari kampus [NTU], dia gagal membuka pintu ruangan kami, ya...karna seret itu. so, she called the police station, and asked them to help her to open the door. it's suprise me that the police came and helped her to OPEN the door....

wakakakakak....baek banget itu polisi. coba klo di indo, mana mau....mending juga nongkrong di prapatan ya pak polisi! [hehehe..ada polisi yang baca gak ya...maap loh, tapi emang seneng di prapatan kan pak...apalagi akhir bulan, nyari tambahan...wakakakakak...maap ya pak polisi]

so, she is saved by the police... its good, isnt it?

me? i'm saved by the shoes...wakakakakak....[mbayangkan segede apa orang yang pake sepatu segede gaban itu..huaaa takut]

Tuesday, July 31, 2007

first step on singapore


Dengan pesawat Garuda, via Jakarta, saya menuju negeri seberang, Singapura. Dengan harga tiket yang lumayan mahal, karna tiket yang saya beli itu one-way, hanya selisih beberapa dollar saja dengan tiket return. Sayangnya, ketika tiket sudah di tangan, pak Henry menyarankan agar membeli tiket return saja, untuk mengindari persyaratan yang rumit.

Memang, sebagai konsekuensi pembelian tiket one-way, ada beberapa surat yang harus diberkan kepada pihak garuda airlines, seperti VISA. Kita semua tau kalau ke Singapore tidaklah membutuhkan visa. Untung saja, pihak NUS -mungkin- sudah memperhitungkan itu, sehingga setiap mahasiswa internasional baru akan mendapatkan semacam approval-letter, yang berisikan informasi dan menerangkan bahwa si-anu ini mo sekolah di singapore, selama 2 tahun. Begitulah..

Secara kebiasaan, maka saya pun packing seperti mau pulang kampung saja, bawa ini-bawa itu, hingga pada saat ditimbang, over 9,sekian kg. Menurut petugasnya, its OK from yogja-jakarta, but its not OK from jkt-spore. Solusinya adalah, di jakarta entar check in lagi, semua bagasi akan diambil di jakarta. Ribet, tapi secara keuangan lebih baik daripada membayar denda sebanyak 25US$/kg....huah...duafa beneran sebelum nyampe klo kejadian bayar denda!!

Garuda take off, tepat jam 13.30. Oiya, saya tuh yang terakhir masuk ke pesawat...wakakakakakak...maklum, berat rasanya meninggalkan zona-nyaman yang selama ini saya rasakan! Juga nungguin my hubby, yang nyempet-nyempetin nganter, padahal lagi ada janji dengan nasabah. Thanks ya Pa...love U-lah [hihi...I'm practicing on singlish, is ts good enough? lalalalalah...]

Sejam kemudian, saya sampai di Jakarta, langsung menunggu bagasi, naik ke terminal 1, dan langsung membongkar-ulang tas! Sambil berdoa, semoga tas yang besar ini beratnya pas 20kg.... Setelah itu, sebagai hamba perut yang alim, saya mencari tempat untuk memuaskan hawa napsu makan, ya-ya... pesan makanan yang 'berat' dan melalapnya. Karna hari ini saya butuh tenaga yang buanyak buat mengangkut tas yang satu ini -sambil melirik tas yang beratnya sekitar 9,sekian kg PLUS ransel laptop PLUS tas teknik! Bergumam dengan diri sendiri, "I deserve these food".

Jam 16.45, garuda pun take off menuju singapore, saya mencoba untuk tidur, lalu terganggu dengan peringatan cuaca buruk...wadehel?! bikin jantung berdetak gak bener! lalu hingga mendarat di Changi, saya gak bisa istirahat lage.

Di changi, saya sudah ditunggu oleh DEDY dan ALENG, huah...dua punggawa alumni UKDW yang nyangkul di sini. Berhubung dua punggawa ini pada kelaperan, sehabis diperas oleh arus dollar, kami pun mencari tempat makan. Saya nurut ajah kemana Aleng dan Dedy melangkah. Ini daerah kekuasaannya.

Setelah itu, kita antri nunggu taxi menuju HDB-nya Bardi, teman kuliah dulu. Its funny to kown, that Dedy live in the same building with Bardi, but different level, and they work in the same place, too, Surbana! wakakakakak...how small is singapore! Setelah nyampe di rumah Bardi, ramah-tamah sebentar, lalu -hanya- Aleng yang pamit pulang, ngambil bis lagi menuju rumahnya.

Ya...di rumah Bardilah kumulai hidupku di negara mungil ini.

[Thanks Bardi, sudah nerima saya PGT=penghuni gelap tetap, selama seminggu+]

oiya, buat yang nunggu-nunggu foto, hihi..maap selera narsisnya belum kambuh...

jadi ya...tulisna ajah dulu yaaa