Monday, November 26, 2007

hasilnya manis: sP.(L).ARK


setelah 3 minggu dilanda stress dan dipacu kerja keras! semua selesai dan sudah dipresentasikan di depan internal review.

dan akan dilanjutkan external review tanggal 29 november .

leganya...dan hasilnya sangat tidak mengecewakan....
malah membuat senyum gak pernah pudar apalagi padam.

Teirmakasih Tuhan, untuk temen seregu yang kompak dan saling membantu.

Thursday, November 15, 2007

city of possibilities

klo naik shuttle bus, enaknya cepet nyampe sekolah, cukup 20-25 menit duduk manis -kadang terkantuk2 jugah hehehehe- tau-tau nyampe.

klo pulang dengan BMW, enaknya bisa liat gedung2, terutama klo lagi di MRT, tinggi soalnya, setara 3-4 lantai gitu tingginya. pandangan bisa jauh-uuhhhh....

salah satu billboard -yang ehm..menarik- bertuliskan 'singapore city of possibilities'. sangat eye catching gitu...

a : ah.. singapore sama dengan jakarta

i : he.. samanya dimana bo'

a : sama2 city of posibilities lah

i : how come..... oh came on...

a : ya..jakarta itu kota dengan banyak kemungkinan...kemungkinan macet, kemungkinan banjir, kemungkinan rusuh, kemungkinan tawuran, kemungkinan tenggelem...

i ; #@i ; #@$&*%__^&-!!!!!!!
amp;*%__^&-!!!!!!!

--------------------------------

menikmati kota dengan 'banyak kemungkinan' ini juga enak..eh enak juga maksudnya. dengan wireless dimana2, tetep bisa ngobrol sama temen (baca: chatting via YM or MSN) dengan temen sekelas klo ada dosen. jadi gosip jalan terus, dan tidak berisik.

hingga suatu hari, di buzz sama arie

a : dinner time....ajak si aby

i : yuk....[liat sekeliling studio]

i : lo dimana [tidak menemukan sosok arie padahal gedenya bo'...ngalahin gaban]

a : di singapore

i : ugh!...

-------------------------

tengah malem, klo laper ada warung yang buka, nasi lemak pemenang food festival sak-singapore. antik ni warungnya. buka jam 9 malem ampe abis, biasanya sampe jam2 or 3 pagi. asyik, klo lagi lembur dan lapar bisa langsung ke sana.

lalu kala itu, tong masih anak baru, baru saja datang dari china, dan lapar! waktu menunjukkan pukul 11 malem.
ya, warung nasi lemak jadi sasaran. lalu dia pergi demi sebungkus nasi lemak yang emang lezat nian. modal petunjuk dan petuah dari ru [ruby], si tong nekat berangkat.

20 menit kemudian

rrr...rrr....selphone ru bergetar

r : hallo... [ragu2] is it u tong...

t : ya...i lost..i dont know where is our blok

r : our blok number is 189, where r u now?

t : in front of 7-eleven

r :----ugh...which one...

t : 7-eleven

r : &*$@()&^%$#@ there are many 7-eleven stores in the market...which one?

t : dunno...

i+m+c : bhahahahahahahahahahahah.......

ru ke pasar, jemput anak barunya...


oh-oh...city of possibility!

BMW

'Huh...cape'....'

"Iya iya-lah, mananya sekolah...."

' lo enak, rumahnya deket...gw, di boon lay sana... 1 jam bo' baru nyampe'

"hihi...tapi kan murah plus ada shuttle busnya...."

' cuma buat pagi berangkat sekolah, klo malem males...ngantrinya panjang..mending BMW ajah'

"HA...BMW? nebeng temen lo?"

'ora...ngeBIS-MRT-WALKing.....'

whahahahahahahaha.....

Thursday, October 25, 2007

doakan saya

Di MAUD, hal yang wajib kau miliki adalah tenggang-rasa. Jika tidak, sengsaralah kau nantinya di sepanjang masa sekolahmu.

Kok malah ngomongin sengsara dan tidak sengsara, itu kan relative ya.. okeh-lah… begini critanya.

Setelah usai masa intensive-course-nya dosen dari France itu, kami pun memasuki realita yang-sebenar-benarnya- mengenai sekolah di MAUD ini. Rutinitas modul yang kami ambil pun mulai terasa. Terjadi menumpukan tugas2 karena dosen dan kami menyesuaikannya dengan masa intensive course. Tidak punya pilihan lain selain memilih the most important-lalu-more important-lalu-important, membuat pekerjaan berurutan sesuai dengan derajat urgensi dan kepentingannya.

Salah satu module yang selalu menduduki posisi urget [the most important] adalah urban design studio. Role play-nya adalah membagi diri atas kelompok yang terdiri dari 3-4 anggota kelompok.

Saya bergabung dalam kelompok yang menekankan diri pada open-space, yang terdiri dari Takesi-san, Aby, Subhu dan saya.

Di sinilah tenggang-rasa itu kudu ada. Misalnya saya kudu tenggang rasa dengan teman saya yang terbiasa kerja kayak sapi perahan. Kerja-kerja-kerja dan kerja terus. Tidak ada waktu untuk evaluasi apalagi untuk rehat sejenak. Tidak sempat…semua kudu maju-maju-dan-maju!

Selain itu, saya juga kudu tenggang rasa dengan teman saya yang kudu didengar terus, tidak mau tau apa yang dikerjakan orang lain, yang dia tau pekerjaannya adalah yang penting dan paling layak dipresentasikan. –wadoh-. Untuk rekan kerja sejenis ini, sangat gampang bilang ‘NO’ untuk usulan desain dari orang lain TAPI menggunakan usulan desain itu dengan kalimat yang berbeda kepada dosen. Hahaha…siapa yang gag pengen mengantukkan palu ke kepala-nya dan menyilet2 pipinya dan melumurinya dengan jeruk nipis..[gerwani banget!maap!]. mungkin ini orang kudu ditatar P4 ala pendidikan Indonesia kali yaaa.. tapi saya kudu tenggang-rasa…ah..beratnya!

Yang lagi hangat di kepala saya ni, saya kudu tenggang rasa dengan tetap bekerja di hari minggu!

Masih banyak tenggang rasa yang lain seperti tenggang rasa terhadap waktu dsb.

Tidak saja hanya saya, setiap kami pasti juga bertenggang-rasa, demikian juga kelompok lain, secara kami sekelas sekitar 17 orang dari Indonesia [4], India [3], Nepal [1], Vietnam [1], Japan [1], China [3], Pilipino [1], Singaporean [3]. Sangat heterogen sekaleee….

Yang anehnya, saat tenggang-rasa sangat tebal dan sangat dinomer satukan, justru matakuliah itu sangat menyita waktu dan perhatian, bahkan jauh dibandingkan dengan mata kuliah lain.

Saya butuh waktu lebih dari 20 jam seminggu untuk mengerjakan UD Studio di luar waktu studio, sedangkan 3 mata kuliah yang lain dikerjakan disela-selanya, seakan mencuri2 waktu untuk mengerjakannya. Sedangkan hasilnya jauh lebih baik dan memuaskan dibandingkan dengan UD Studio yang sudah dengan susah payah mengerjakannya plus dengan tenggang rasa yang luar biasa lelahnya.

Sepertinya ada yang salah… apakah tenggang rasanya?

Kalau bicara tentang materinya, setiap kita bisa melihat requirements yang telah diberikan dosen. Semuanya sudah dengan sangat jelas. Dengan buku2 yang ada saya kira setiap kesulitan pasti bisa dipecahkan bersama.

Bersama?

Mhmmm….

Yang ada malah kudu tenggang-rasa yang berlebihan.

Di tengah kebingungkan akan rasa ‘sepertinya ada yang salah…apakah tenggang rasanya?’, saya mencoba memfokuskan diri kembali, dan mengerjakan sesuai dengan pikiran saya, dengan mempertimbangkan kembali apa yang sudah diputuskan secara-kelompok. Saya tidak mau berlarut2 dengan teman yang ambisius mengalahkan kelompok lain, yang tidak mau evaluasi dan hanya kerja-kerja-dan-maju-maju sajah.

Saya kudu bisa evaluasi sendiri dan memperbaiki kembali. Supaya ketika sudah sampai pada pekerjaan individual, saya tidak kelelahan dan tetap masih bisa membagi waktu dengan 3 modul yang lain.

Doakan saya ya!

Thursday, September 6, 2007

setelah 3 minggu itu

kami masuk ke studio yang baru, urban design studio 1.

bikin group baru, site project baru, profesor baru, dan beban baru tentunya.

tapi, mengapa tidak se-semangat studio yang lalu?

hiks...

Sunday, August 26, 2007

minggu ke 2 telah berlalu


*huffff...tinggal seminggu lagi!*

segala sesuatu kudu dilihat dari sisi indah dan positif. betul?

demikian juga kondisi seminggu yang lalu. ketika kelompok di-re-arrange, saya sekelompok dengan linfeng yang sangat ambisius merubah dunia dengan dunia 'komik' khayalannya dan juga linh yang seneng mabok dari hari kerja.

huhuhu..

merana dong dengan kelompok yang 'aneh' seperti ini. iya kan...

tapi untunglah ibu imeng cerdik seperti kancil. ibu imeng mampu melihat kemampuan sang pemabok dan mengendalikan si ambisius. ya pangeran pemabok punya kemampuan komputer yang sangat yahud dan cerdas. sedangkan si pemimpi yang ambisius memiliki daya khayal yang sangat futuristik. dan ada ibu imeng-ndut, yang memiliki kemampuan sihir..hahaha...*lagi ngayal jadi ibu mertuanya harry potter*

maka, seluruh ide futuristik dan kemampuan komputerisasi itu dipetakan, lalu disusun menjadi tahapan penyelesaian pekerjaan. bu imeng-ndut bertugas mencari logika dari segela ide yang futuristik itu, sehingga mudah dimengerti -melirik ke web kobo- dan menyusunnya dalam slide presentasi.

namanya juga site project-nya di singapore, dan singapore is looked so prefect than indonesia, vietnam and china. so, we wouldn't find any problems and bad-side. everything is looked good, all right.

so, our starting point is to find the uniques of the site project and to connect all the uniques. TADA..then, everything is easier...more understandable.

we just follow the flow...let the futuristic one have any idea on the certain site, build the image on 3d models

a-n-d BANG...

when we had our time to present the idea, we just need 15 minute [other group need 25-40 minute] with no suggestion...just move award and continuing the idea [other group have 4-7 suggestions]

wow..
its good, have pemabuk-penghayal-dan-penyusun-proses in one group.

God Bless me..

oiya, abis itu memenin bebek keliling spore. foto di atas salah satu kenarsisan yang terjadi selama nemenin bebek cantik.
klik di sini buat foto yang lebih buanyak, di sini juga..
kurang puas, silahkan klik ini :)

pak, puas kan!!!!

Sunday, August 19, 2007

beda bahasa beda budaya

Methodology of urban design and urban analysis [panjang amat rek namanya !!] diselesaikan dalam waktu 3 minggu. Jadi klo dilihat dari publikasi NUS tentang MAUD, akan ada keterangan tentang three weeks Intensive Course. Nah, course yang dimaksud adalah metodologi dan analisis ini.

Dosennya professor dari prancis, namanya fans├žoir decoster. Jangkung, kurus, kusut [jarang adhus ketoke], hanya 2 warna pakaiannya hitam-putih dan kombinasi keduanya dan sangat cuek [peraturan di lab: no food no drink, apalagi duren…hahaha…kayak mrt deh], lah si professor ini dengan santainya bawa kopi, dan dengan sangat cepat ditiru oleh teman2-dan saya juga tentunya. Hingga satu kali bebe menumpahkan kopi sepanjang koridor lab… kotor sekali. Baru ngarti kenapa ada peraturan itu. To keep clean.

Tugas kami adalah menerapkan metodologi dan analisis di sepanjang Singapore-river, dari zion street hingga ke Clark quay, panjang sekali, sekitar 2km.

Tahapan pertama adalah, membagi kami atas minat untuk analisis awal. Dan saya kebagian diversity and nature. Mhmmm…, asik nih. Sekelompok dengan arie-wong indo, peggy-dari china dan lili dari china, tapi udah PR di spore.

Dari awal sih, kayaknya semua akan lebih mudah, karna jelas objeknya. Hanya butuh waktu untuk mencari data ke beberapa instansi [URA] dan survey secara teliti dan mendalam.

Ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ada beberapa kendala,
Pertama; bahasa, ya… teman kami peggy, sangat sulit berbahasa inggris, kalau pun ada kata yang dia ucapkan,sering kali beda terminologinya. Ketika dia bicara tentang water-infrastructure-pipe, lalu saya, lili dan arie langsung mbayangkan saluran air [utility], setelah debat dan diskusi dalam bahasa yang acakabul, baru ngeh klo yang dimaksud adalah nature system. Wakakakakak…wasting time bangets.
Lalu, ketika menghitung populasi, peggy menyebut century, otomatis, kami bertiga gak setuju dan bilang, ‘we don’t think that its necessary to talk about the population of singapore in one century’. Dan jebule yang dia maksud adalah country
wadoh mbak… mumet.
Akhirnya, kami membiarkan peggy menjelaskan dalam bahasa china ke lili, dan lili menterjemahkannya ke saya dan arie. Ya..make it simple

Kedua; nobody knows Singapore well, specially the site project. Kami ber-4 melihatnya dengan sudut pandang yang berbeda, karena background yang berbeda dalam melihat kota. Ya..jadi perlu buka literature supaya focus. Ini adalah sebuah keuntungan, karena semua jadi belajar lebih.

Ketiga, perbedaan istilah, seperti BCR, FAR.

Setelah pergumulan panjang 3 hari, semua group mempresentasikan kerjanya pada hari jumat kemarin. Masing2 diberi waktu 15 menit, dan kami mempresentasikannya lebih dari 30 menit. Karna pak profesornya dan teman2 masih ‘terkagum’ dengan metode kami dalam menghitung populasi dan density [FAR-BCR-Plot Ratio, dll], hehehe…salut deh buat arie, yang udah ribet dengan angka-angka.

Setelah itu, mr. fans├žoir membagi kami lagi berdasarkan minat dan tema individual, dan untuk minggu ini, saya sekelompok dengan lifeng dari china dan linh dari Vietnam. It will be interesting in this week.

nb.
maap, blum ada foto juga!

Thursday, August 9, 2007

MODULES

semester ini, saya mengambil modules lumayan buanyak. ngitung2 supaya bisa lebih cepat menyesuaikan diri dengan ritme hidup di sini.

ada 5 modules, 1 elective dan 4 essential
1.UD5622Methods Of Urban Design & Urban AnalysisESSENTIAL
2.UD5521Planning Process: Quantitative & Policy DimensionsESSENTIAL
3.AR5011Research MethodologyELECTIVE
4.UD5221Theory and Elements of Urban DesignESSENTIAL
5.UD5601Urban Design Studio 1ESSENTIAL

doakan saya ya. semoga berhasil dengan baik.

living in multi-level building

tinggal di singapore berarti juga tinggal di multi-level building. di sini mah biasa disebut HDB. ada perbedaan 'kelas' antara condo, apartemen dan HDB [ada juga HDB yang di-up-grade, sehingga berubah namanya --tapi lupa--]. perbedaan kelas artinya tingkat kemampuan ekonominya. kayak perumnas dan real estate gitu deh klo di indo.

tempat tinggal saya mah bukan salah satu di antara yang gw sebut di atas, hahaha....buat apa saya menjelaskan ya, its ok-lah ya. secara saya mahasiswa -duafa-, tinggalnya di dormitory, student hostel, YO:ha di blok 189 boon lay drive #08-246, yang artinya saya tinggal jalan boon lay drive, di gedung nomer 189, di lantai 8, di ruang 246.

namanya juga student hostel, pastilah beda fasilitasnya dengan bangunan hunian yang lain. seperti, lift misalnya. dulu pas nginep di rumahnya bardi, HDB-nya punya 2 lift, satu buat lantai ganjil - yang lain berhenti di lantai genap. nah..klo di student hostel ini hanya berhenti di lantai 1, 5, dan 9.

sehingga, saya yang tinggal di lantai 8, naik lift hingga lantai 9, lalu turun lewat tangga ke lantai 8. demikian juga klo mo keluar, saya kudu naik tangga dulu ke lantai 9, lalu turun dengan lift ke lantai 1.

tapi, kebiasaan ini suka terbalik. seperti kemaren, sehabis nyuci di washing-room di lantai dasar. pas pergi ke washing-room sih selamat ya, saya naik tangga ke lantai 9, lalu turun dengan lift. setelah pekerjaan cuci mencuci selesai, saya naik ke lantai 9, lalu NAIK tangga. dengan santai saya masukkan kunci ke pintu 246. tapi TIDAK berhasil. saya coba lagi-dan-lagi, secara emang pintunya agak seret. tetep GAGAL.

whats wrong with my key?

pas nunduk liat kunci, terlihatlah sepatu, besar sekali...segede gaban. waits...sepatu siapa ini, perasaan kita seruangan kecil semua kakinya. pas lihat ke pintu...wo my gosh.....its 10-246. i was on the wrong level...

wakakakakakak!!

akhirnya, turun lagi deh 2 level lantai.

pas laura, teman sekamar, pulang, saya cerita ke dia. dia ngakak keras banget dan bilang gini, 'I have the worse experience bout this room.'

katanya, sepulang dari kampus [NTU], dia gagal membuka pintu ruangan kami, ya...karna seret itu. so, she called the police station, and asked them to help her to open the door. it's suprise me that the police came and helped her to OPEN the door....

wakakakakak....baek banget itu polisi. coba klo di indo, mana mau....mending juga nongkrong di prapatan ya pak polisi! [hehehe..ada polisi yang baca gak ya...maap loh, tapi emang seneng di prapatan kan pak...apalagi akhir bulan, nyari tambahan...wakakakakak...maap ya pak polisi]

so, she is saved by the police... its good, isnt it?

me? i'm saved by the shoes...wakakakakak....[mbayangkan segede apa orang yang pake sepatu segede gaban itu..huaaa takut]

Wednesday, August 8, 2007

Perpus-nya NUS

barusan ikut orientasi perpus lagi. berhubung kemarin agak telat karna nungguin Bebe yang lama datangnya. wadehel...belum juga sembuh dari budaya telat.

ternyata, setelah general-sesionnya selesai, ada sesi khusus untuk mhs arsitektur, school of design and enviroment [sde]. mereka punya data base yang kaya. sayangnya, orientasi ini bertepatan dengan kuliah umum tentang glasses yang dibawakan oleh Dr Thomas Schroepfer, dari jerman.

setelah membaca email-invitationnya, saya putuskan untuk tidak ikut saja. sehingga, ketika masuk pada pelajaran data base, hanya saya mhs sde yang ikutan. keuntungannya adalah saya diajarkan privatly. semuanya...menggunakan komputer canggih mereka itu.

asyiknya!!!

menggunakan kata kunci yang saya suka. dan kata kunci yang saya pakai adalah urban* kampung yogyakarta. mencoba semua akses data base, ada beberapa yang mereka siapkan khusus untuk cah arsitektur.

ada
avery index to architectural periodicals
geobase
iconda
web of science

pas lagi search dengan key word yang saya gemari itu, muncullah salah satu paper dari PAK WINARNO, di salah satu jurnal..waa...saya lupa namanya..

hebad-hebad....

semoga deh, semakin banyak jurnal yang memuat nama2 kita, wong UKDW...

dan semoga saya yang lemot ini masih inget instruksi perpusnya..
muter2 sih..namanya juga beli jurnal dan bikin data base itu tidak mudah dan tidak murah..
pastilah mereka tidak sembarangan bikin web-nya..


Monday, August 6, 2007

ORIENTASI satu ke ORIENTASI lainnya

matrikulasi tanggal 26 juli 2007, hanya memberikan dokumen asli dan diperiksa petugas. mendapatkan student card, beberapa petunjuk untuk medical-report, student pass, open bank account dan orientation.

periksa kesehatan tanggal 30 juli 2007 ngantri bareng bocah-bocah undergraduate. weh...bikin bete!

tanggal 31 juli 2007, bertemu dengan agent Yoha student hostel buat tanda tangan perjanjian dan pembayaran uang kost.

3 agustus, orientasi mhs graduate, seuniversitas. Waaahhh, ternyata dari banyak Negara loh! Dari USA ada, german ada…ngapain sih mereka belajar ditempat yang sumuk kayak singapora ini. heran deh! *geleng-geleng kepala*

lanjut lagi, orientasi jurusan tanggal 6 agustus. Wadahel, ada 3 mhs baru dari indo selain diriku. Hehehehe…

lanjut lage, tanggal 8 agustus orientasi perpustakaan.

Yah…karma ini kampus serba internet dan online, orientasi2 ini harus dihadiri, supaya gak tersesat di dunia maya!

Tuesday, July 31, 2007

first step on singapore


Dengan pesawat Garuda, via Jakarta, saya menuju negeri seberang, Singapura. Dengan harga tiket yang lumayan mahal, karna tiket yang saya beli itu one-way, hanya selisih beberapa dollar saja dengan tiket return. Sayangnya, ketika tiket sudah di tangan, pak Henry menyarankan agar membeli tiket return saja, untuk mengindari persyaratan yang rumit.

Memang, sebagai konsekuensi pembelian tiket one-way, ada beberapa surat yang harus diberkan kepada pihak garuda airlines, seperti VISA. Kita semua tau kalau ke Singapore tidaklah membutuhkan visa. Untung saja, pihak NUS -mungkin- sudah memperhitungkan itu, sehingga setiap mahasiswa internasional baru akan mendapatkan semacam approval-letter, yang berisikan informasi dan menerangkan bahwa si-anu ini mo sekolah di singapore, selama 2 tahun. Begitulah..

Secara kebiasaan, maka saya pun packing seperti mau pulang kampung saja, bawa ini-bawa itu, hingga pada saat ditimbang, over 9,sekian kg. Menurut petugasnya, its OK from yogja-jakarta, but its not OK from jkt-spore. Solusinya adalah, di jakarta entar check in lagi, semua bagasi akan diambil di jakarta. Ribet, tapi secara keuangan lebih baik daripada membayar denda sebanyak 25US$/kg....huah...duafa beneran sebelum nyampe klo kejadian bayar denda!!

Garuda take off, tepat jam 13.30. Oiya, saya tuh yang terakhir masuk ke pesawat...wakakakakakak...maklum, berat rasanya meninggalkan zona-nyaman yang selama ini saya rasakan! Juga nungguin my hubby, yang nyempet-nyempetin nganter, padahal lagi ada janji dengan nasabah. Thanks ya Pa...love U-lah [hihi...I'm practicing on singlish, is ts good enough? lalalalalah...]

Sejam kemudian, saya sampai di Jakarta, langsung menunggu bagasi, naik ke terminal 1, dan langsung membongkar-ulang tas! Sambil berdoa, semoga tas yang besar ini beratnya pas 20kg.... Setelah itu, sebagai hamba perut yang alim, saya mencari tempat untuk memuaskan hawa napsu makan, ya-ya... pesan makanan yang 'berat' dan melalapnya. Karna hari ini saya butuh tenaga yang buanyak buat mengangkut tas yang satu ini -sambil melirik tas yang beratnya sekitar 9,sekian kg PLUS ransel laptop PLUS tas teknik! Bergumam dengan diri sendiri, "I deserve these food".

Jam 16.45, garuda pun take off menuju singapore, saya mencoba untuk tidur, lalu terganggu dengan peringatan cuaca buruk...wadehel?! bikin jantung berdetak gak bener! lalu hingga mendarat di Changi, saya gak bisa istirahat lage.

Di changi, saya sudah ditunggu oleh DEDY dan ALENG, huah...dua punggawa alumni UKDW yang nyangkul di sini. Berhubung dua punggawa ini pada kelaperan, sehabis diperas oleh arus dollar, kami pun mencari tempat makan. Saya nurut ajah kemana Aleng dan Dedy melangkah. Ini daerah kekuasaannya.

Setelah itu, kita antri nunggu taxi menuju HDB-nya Bardi, teman kuliah dulu. Its funny to kown, that Dedy live in the same building with Bardi, but different level, and they work in the same place, too, Surbana! wakakakakak...how small is singapore! Setelah nyampe di rumah Bardi, ramah-tamah sebentar, lalu -hanya- Aleng yang pamit pulang, ngambil bis lagi menuju rumahnya.

Ya...di rumah Bardilah kumulai hidupku di negara mungil ini.

[Thanks Bardi, sudah nerima saya PGT=penghuni gelap tetap, selama seminggu+]

oiya, buat yang nunggu-nunggu foto, hihi..maap selera narsisnya belum kambuh...

jadi ya...tulisna ajah dulu yaaa

Friday, July 27, 2007

GONNNGGGGG!

dengan bangga mempersembahkan, sebuah blog sebagai talian komunikasi dari wongUKDWning NUS dengan UKDW.

itu sudah! *gaya film denias*